Super User

Super User

Dalam rangka memperingati hari anak nasional RSIA Pasutri Bogor bekerjasama dengan KB-RA Al Mustaqim Kebon Pedes Kota Bogor dalam mengadakan pemeriksaan gigi gratis dan sikat gigi bersama. Kegiatan ini merupakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit khususnya untuk meberikan edukasi kepada anak-anak tentang bagaimana merawat dan mensikat gigi dengan benar, karena edukasi yang baik yaitu edukasi yang dimulai sejak dini.

Friday, 06 May 2016 16:52

Renovasi RSIA Pasutri

Selasa, 6 Agustus 2019

 

Dalam rangka meningkatkan fasilitas untuk pelayanan yang lebih baik bagi pasien kami RSIA Pasutri melakukan Renovasi khususnya dalam penambahan jumlah Bed dan Fasilitas perawatan Anak. Dengan ini nantinya kami harapkan dapat meberikan pelayanan yang lebih optimal lagi dan menambah fasilitas sehingga RSIA Pasutri dapat semakin menjadi pilihan rumah sakit yang nyaman dan berkualitas dalam memberikan Pelayanan kepada Masyarakat Khususnya di Kota Bogor

Rabu, 31 Juli 2019

 

RSIA Pasuti melaksanakan Kegiatan Sosialisasi dan Promosi Kesehatan oleh Owner RSIA Pasutri dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG.MARS beserta direktur, direksi dan jajaran Dokter dengan mengundang Masyarakat, Camat, Lurah, Bidan, serta Faskes yang terdapat di wilayah Kec. Tanah Sareal Guna memberikan edukasi dan sosialisai mengenai Kesehatan dan memberikan informasi bahwa RSIA Pasutri Siap memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat sekitar, juga membantu Faskes terdekat dalam hal Rujukan. Kegiatan tersebut guna menjalankan visi kami yaitu “Melayani dengan Tanggap, Ramah dan Sepenuh Hati”.

Jakarta, 16 Juli 2019
 
Secara nasional Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) membaik dalam 5 tahun. Hal tersebut merupakan hasil dari penghitungan IPKM 2018 yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat untuk advokasi ke pemerintah daerah, menentukan prioritas daerah yang harus dibantu, dan masalah spesifik daerah yang perlu diprioritaskan penanganannya.
 
''Bagi pemerintah daerah dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pemicu perbaikan kinerja program di masing-masing daerah,'' kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes, Dr. Siswanto, MPH, DTM, Selasa (16/7).
 
IPKM 2018 dihitung dengan menggunakan model IPKM yang dikembangkan tahun 2013. Indeks ini mengikutsertakan 30 indikator kesehatan yang dikelompokan menjadi 7 sub indeks, yakni Kesehatan Balita, Kesehatan Reproduksi, Pelayanan Kesehatan, Perilaku Kesehatan, Penyakit Tidak Menular, Penyakit Menular, dan Kesehatan Lingkungan.
 
30 indikator penyusun IPKM mencerminkan capaian program dan sebagai potret capaian pembangunan kesehatan wilayah. Masih adanya kesenjangan antar wilayah menunjukkan masih perlunya terobosan program untuk meningkatkan capaian sehingga pembangunan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Jakarta, 11 Juli 2019
 
Saat ini Indonesia menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya jumlah perokok, prevalensi perokok laki-laki di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dan diprediksi lebih dari 97 juta penduduk Indonesia terpapar asap rokok (Riskesdas, 2013). Kecenderungan peningkatan prevalensi merokok terlihat lebih besar pada kelompok anak-anak dan remaja, Riskesdas 2018 menunjukan bahwa terjadi peningkatan prevalensi merokok penduduk usia 18 tahun dari 7,2% menjadi  9,1%. 
 
Kajian Badan Litbangkes Tahun 2015 menunjukkan Indonesia menyumbang lebih dari 230.000 kematian akibat konsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Globocan 2018 menyatakan, dari total kematian akibat kanker di Indonesia, Kanker paru menempati urutan pertama penyebab kematian yaitu sebesar 12,6%. Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan 87% kasus kanker paru berhubungan dengan merokok.
 
Dalam berbagai riset, diketahui bahwa faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) utama yang bisa dicegah bersama adalah perilaku buruk merokok. 

K2 Search

K2 Calendar

« June 2021 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        

K2 Tags